Bogor 16 Juni 2022.
Pergelaran musyawarah daerah (MUSDA) untuk memilih ketua MD GPdI Jabar periode 2022-2027 semakin dekat.
Berdasarkan mandataris organisasi, hari ini 16/06/2022, bertempat di restoran Sabugram Bogor. Panitia nominasi mengumpulkan seluruh calon-calon ketua MD yg telah lolos dalam penjaringan untuk menandatangani pakta perjanjian bersama.
Adapun calon-calon ketua yg telah lolos dalam penjaringan itu adalah Pdt. Ferdinand Rompas (petahana), Pdt. Edy Tampi, Pdt. Yohanes Limuria dan Pdt. Lodewyk Saerang.
Acara diawali renungan singkat firman Tuhan, yang disampaikan oleh Ibu
Pdt. Lely Lontoh. Dalam pesan firman Tuhan beliau mengatakan, bahwa Tuhan menghendaki hidup yg menyerah kepada otoritasNYA, dan memang hal itu tidak mudah. Belajar dari pengalaman tetaplah setia dan bertahan melayani Tuhan, maka pasti akan ada masa depan.
“Marilah kepada para calon ketua MD Jabar, dalam hal ini kita mau belajar mencari kehendak Tuhan, bahwa jalanKU bukan jalanmu, carilah kehendak Tuhan sebab reputasi dihadapan Tuhan lebih mulia dari segalanya”. tegasnya
Selanjutnya, memasuki inti acara, Pdt Jan Rumbayan (ketua panitia nominasi) yang didampingi Pdt. Sinyo Kumolontang (sekretaris) Pdt. Ferry Polla serta Ibu Pdt. Lely Lontoh, anggota. Beliau mengatakan (Pdt. Jan Rumbayan-red), bahwa tujuan acara ini kami (panom) meminta calon-calon yg akan maju dalam bursa ketua MD dapat menjaga bertanggung jawab serta menghindari potensi-potensi pelanggaran. Maka perlu dibuat aturan-aturan untuk disepakati bersama dalam bentuk pakta perjanjian bersama.
“Aturan ini tertuang dalam surat bermeterai untuk ditandatangani”. Kami buat aturan ini sebaik-baiknya dan seadil-adilnya untuk kepentingan bersama, saya minta kita harus jujur dan kembali kepada hati nurani kita masing-masing, kita sepakat bahwa hal-hal yg melanggar firman Tuhan harus dihindari karena tidak akan memberkati”. Ungkapnya.
Demikian juga dengan Pdt Sinyo Kumolontang, dalam penyampaianya mengatakan bahwa masing-masing calon bertanggung jawab atas visi misinya. Dengan menandatangani pakta perjanjian ini, bila saudara berhasil terpilih, saudara harus wujudkan visi misi tersebut. Kami panom menginginkan baik pra musda ataupun selesai musda tidak ada hal-hal yg terjadi diluar ketentuan dan aturan.
Bagi calon yg terpilih (menjadi ketua) jangan sampai berlawanan dengan yg lain, demikian juga bila ada calon yang belum beruntung harus dapat menerima kekalahan. Jadi baik yg terpilih maupun yg tidak terpilih mari kita junjung tinggi kebersamaan sebagai sesama hamba Tuhan GPdI Jabar.
Acara sempat alot berkaitan disinyalir adanya black kampanye dan money politik yg bisa saja mencederai agenda musda, oleh panom menegaskan bahwa sesuai kapasitasnya semua pelanggaran pasti akan ada sanksinya.
Berikut isi Pakta perjanjian bersama;
1. Mewajibkan kepada pendukung saya, agar tetap santun dan tertib,serta rukun sesuai firman Tuhan dalam proses pemilihan ketua MD GPdI Jawa Barat periode 2022-2027 yg akan diadakan tgl 5-6 Juli 2022.
2. Dalam proses sosialisasi visi dan misi kapada calon pemilih, saya tidak akan menggunakan cara-cara menjelekan calon lain,( black campaign) atau menggunakan uang untuk membujuk dan mengaruhi calon pemilih (money politic) ataupun menjanjikan sesuatu berupa materi maupun jabatan (transaksional).
3. Para pendukung dilarang menggunakan seragam atau atribut lainya selama musda berlangsung, Pelanggaran akan dikeluarkan dari area musda.
4. Jika saya tidak terpilih sebagai ketua MD GPdI Jawa Barat periode 2022-2027 ini, saya akan tetap mendukung ketua MD yang terpilih secara sah dalam forum musda GPdI Jabar serta tidak akan membuat atau membentuk kelompok tandingan.
5. Masa akhir berkumpul bersama antara caket dan pendukung, 4 Jiuli 2022, jam 17.00 wib.
6. Apabila saya tidak dapat menepati janji dalam visi misi saya maka saya bersedia dituntut secara hukum yg berlaku di Indonesia.
Multimedia MD Jabar@Deken

Leave a Reply